Bersyukur dan Berbahagia

About Me

About Me


Penikmat sastra dan staff pengajar fisika
di salah lembaga bimbingan belajar di Padang.
Bergiat di Forum Lingkar Pena Sumatera Barat.
Hobby melakukan apapun asal menyenangkan.

FLP

FLP
Logo FLP

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Thursday, October 27, 2016

Cerpen "Angin Puting Beliung dan Mangga Arumanis"

 
Oleh : Irepia Refa Dona, Terbit di Singgalang, 09 Oktober 2016


Siang itu suhu udara panas, pengap. Di langit di atas hamparan laut terlihat awan putih menjulang tinggi, kemudian berubah menjadi awan gelap yang disertai hembusan udara dingin. Angin mulai berhembus, menggoyangkan pepohonan ke sana kemari. Hembusan angin semakin menjadi-jadi dan di ikuti hujan lebat. Terlihat di awan hitam, pusaran angin berbentuk seperti kerucut turun menuju tanah. Para warga pesisir sudah mengenali kejadian itu. Mereka menyebutnya dengan angin puting beliung.
Warga menungging ke arah datangnya angin puting beliung. Menurut mereka, cara itu mampu menghentikan angin puting beliung. Sedangkan Maisarah, salah satu warga kampung itu tetap berada di dalam rumahnya, masih terbenam dalam sujudnya. Samsul suaminya, menegadahkan tangannya meminta petunjuk pada sang pencipta alam di masjid yang berjarak tidak jauh rumahnya.

Wednesday, October 5, 2016

5 Tahapan Tes Tulis Posisi Content Writer



Satu hari setelah memasukkan lamaran pekerjaan sebagai Content Writer, saya dapat panggilan untuk tes besoknya. Katanya tes tertulis, dan diharuskan bawa laptop.

Saya sedikit terkejut dapat panggilan itu, karena memang saya tidak memenuhi salah satu syarat yang diberikan, Yaitu : telah mempublikasikan minimal tiga artikel di koran. Tapi hal itu saya uraikan secara jujur di surat lamaran kerja saya. (So, buat teman2 yang mungkin ada salah satu syarat yang tidak bisa dipenuhi, coba aja masukkan dulu. Mana tau iseng-iseng berhadiah J. Udah nonton khan drama korea Dream High? Itu tentang syarat2 yang tidak bisa mereka penuhi saat ikut audisi. Ternyata syaratnya g’ kaku2 kali)

Sebelum menguraikan tentang bentuk tes tulis dalam mengikuti Content Writer, ada baiknya kita mengetahui dulu apa sih Content Writer itu sebenarnya? Content Writer, mungkin sebagian anda tidak asing lagi mendengar istilah itu. seorang Content Writer adalah orang yang menulis konten-konten yang relevan untuk ditampilkan di website suatu perusahaan. Tujuannya :  memberikan informasi kepada pembaca yang membuat pembaca merasa terlibat sehingga pembaca akan terbawa dengan alur dari tulisan tersebut.

4 Tips dan Trik sebelum Mengikuti Tes Content Writer


Ada yang melamar kerja dengan posisi Content Writer?  Bingung harus mempersiapkan apa dulu sebelum melakukan tes tulisnya. Nah, Karena saya telah mengikuti tes kerja dengan posisi Content Writer di salah satu travel agent, saya ingin sedikit berbagi tips dan trik sebelum mengikuti tes tersebut.

Persiapan yang matang akan membuahkan hasil yang memuskan. Mungkin hanya sedikit pengalaman yang bisa dibagi. Saya berharap, semoga ini dapat sedikit membantu.

1. Pelajari dulu copywriting
Saat diperjalanan mau pergi tes, tepatnya di dalam angkot, saya membaca lagi info lowongan kerja tersebut. Ternyata dalam syaratnya terdapat salah satu kalimat yang berhasil membuat tangan saya mengusap-usap mata. Memastikan apakah mata saya tidak salah lihat. Dan apa yang terjadi? Ternyata mata saya memang tak salah lihat. Di sana tertulis harus menguasai copywriting. Dan dengan bantuan mbah Google, saya segera mengetikkan copywriting di halaman depan Google, demi mengenalinya lebih dalam.

Tuesday, September 27, 2016

Aku Memilih FLP



Aku Memilih FLP
(Esai ini diikutkan dalam lomba esai FLP 2016)

Kenapa ingin menjadi penulis? Mungkin berbagai pertanyaan akan muncul saat kita mengutarakan niat ingin menjadi penulis. Terlepas dari alasan apapun, baik karena ingin terkenal, ingin menghasilkan uang, atau sekedar menyalurkan hobi, yang namanya suatu pekerjaan pasti ada langkah-langkah yang harus diketahui.
Menulis bukan hanya tentang coretan tinta pena yang membekas di halaman kertas seperti yang sering aku lakukan ketika aku SMA. Mungkin hal itu bisa kita lakukan jika kita hanya ingin menulis di dalam binder pribadi kita dan dibaca oleh teman-teman dekat. Berbeda halnya dengan menulis yang tulisannya berharap dilirik media agar bisa dibaca banyak orang. Ada banyak etika yang harus kita patuhi agar tulisan kita bisa dilirik media.
Pada tahun 2012 aku memutuskan untuk bergabung dengan sebuah forum kepenulisan, yaitu Forum Lingkar Pena (FLP). Sebuah forum yang muncul pada tahun 1997. Berbagai kegiatan telah aku ikuti selama bergabung dengan FLP, seperti : mengikuti sekolah menulis, bedah karya setiap minggu yang terkadang juga dibimbing oleh penulis yang lebih senior - salah satunya Alizar Tanjung, acara seminar yang mendatangkan penulis senior yang saat itu Ragdi F. Daye. Bahkan aku telah diwisuda dan telah mendapatkan kartu anggota FLP Sumatera Barat.

Monday, September 26, 2016

Soal fisika kelas XII SMA MID Semester

Yuhuu... musim ujian sudah tiba. Saatnya buat adek-adek yang mau menghadapi ujian untuk lebih berfokus dengan belajarnya. Dalam fisika, kalau tidak ada usaha, maka tidak ada perpindahan. Jangan sampai nilai adek-adek jalan di tempat. atau malah makin berkurang. So, jangan lupa melakukan usaha...

kali ini kakak akan berbagi contoh soal berdasarkan kisi-kisi KTSP tahun 2016. walaupun adek-adek bukan KTSP, setidaknya masih bisa belajar dari contoh soal kelas XII yang akan kakak bagi disini.

Oh iya, bukan cuma buat adek-adek kelas XII SMA saja, juga buat Bapak/Ibu guru yang sedang mengajar. mencerdaskan anak bangsa.

Jangan lupa, buatlah bangga orantua dengan nilai yang bagus. tidak ada ruginya kalau kita rajin belajar. selamat belajar... Fighting!!!

contoh soal Fisika kelas XII bisa di download disini

https://drive.google.com/file/d/0B4XKnWGH9am5MUNjNFU3bmZNQUk/view?usp=sharing

Friday, August 26, 2016

Cerpen Remaja "Badai Pagi Ini"



Irepia Refa Dona
Singgalang, 21 Agustus 2016


Adzan subuh berkumandang. Aku keluar dari kamar untuk berwudhu. Kemudian shalat subuh. Angin berhembus begitu kencang. Membuat keributan di atap rumahku. Hujan turun dengan derasnya. Aku mencari ibu ke kamar. Ibu tak ada di kamar. Aku berjalan menuju halaman rumah. Aku lihat ibu menatap sayu ke laut lepas.
“Bu, apa ayah pergi melaut?” Ibu menatap  dan membalas ucapanku dengan sebuah anggukan dan kemudian berucap bahwa ibu sudah melarang ayah, tapi ayah tetap saja pergi. Kata ayah, kita butuh uang. Sebelum pergi ayah juga menatap tas aku yang robek sambil berkata, besok kalau kita dapat uang, kita belikan Rara tas dulu. Aku menghapus airmata yang menetes di pipiku. Hatiku begitu sakit mendengarnya. Jantungku terasa mau berhenti berdetak. Nafasku terasa sesak.
Pagi ini, terasa begitu misteri bagiku. Perahu ayah sangat rapuh dan ayah juga tak bisa berenang. Memang kedengaran aneh, pelaut yang tak bisa berenang. Tapi apalah daya. Di sini tidak ada pekerjaan selain nelayan.
Badai tak kunjung reda. Ibu berdiri di luar dengan sebuah sarung di tubuhnya untuk menahan dingin dari terpaan badai dan percikan hujan. Sambil menangis ia tak lupa melantunkan do’a.
“Ya Allah, semoga para nelayan itu dapat kembali dalam keadaan selamat.” Aku terus mendengar tangisan dan lantunan do;a yang keluar dari bibir ibuku. Tidak hanya ibuku, semua warga pun menangis. Keluarga mereka juga di laut. Sedangkan aku? aku bukanlah gadis yang suka melihatkan kesedihan di depan banyak orang. Aku hanya bisa menahan tangis sambil berdo’a di dalam hati.
Aku duduk dengan mata tak lepas-lepasnya memandang ke laut yang luas. Tidak ada tanda-tanda kepulangan ayah. Air laut tidak kelihatan lagi, gelap ditutupi hujan. Alun-alun semakin besar. Burung-burung telah berterbangan memenuhi muara di depan rumahku. Entah burung apa, tapi orang-orang menyebutnya dengan burung Sama. Aku terus menatap ke laut. Dengan baju tidur tipisku tanpa pelindung dari hujan. Tanpa alas kaki, bahkan aku tidak merasakan lagi percikan hujan menyentuh lembut tubuhku. Seolah-olah aku telah kehilangan rasa.
*****

Thursday, July 28, 2016

Cerpen Remaja "Memejamkan Mata"



MEMEJAMKAN MATA
Irepia Refa Dona
Terbit di singgalang 07 Juli 2016

Ditatapnya tubuhnya yang kaku terbaring di atas dipan kayu yang sudah mulai rapuh dimakan usia. Tangannya yang kurus terlipat ke dada. Matanya tertutup. Alis matanya tebal, bahkan tanpa pensil alis yang sering dipakai orang-orang. Bulu matanya panjang, bukan karena bulu mata palsu. Badannya yang kurus, dibungkus oleh kain. Terpancar rona pucat dari wajahnya. Ternyata ia lebih mirip ibunya daripada ayahnya, yang hanya bisa dilihatnya lewat foto pernikahan mereka.
Ia tersenyum menatap tubuhnya yang terbaring tanpa roh. Selama ini tidak satu pun keinginannya yang terkabul. Tapi kali ini, sepertinya Allah mendengar do’anya. Ia ingin sekali memejamkan matanya untuk selamanya. Dan kini keinginannya telah menjadi kenyataan.
*****